Postingan

K.H. Alawy Muhammad: Singa Podium dan Sang Pembela Rakyat Kecil dari Madura

Gambar
K.H. Alawy Muhammad: Singa Podium dan Sang Pembela Rakyat Kecil dari Madura Lahir di Dusun Karongan, Sampang pada tahun 1928, K.H. Alawy Muhammad lahir dari keluarga petani sederhana. Latar belakang inilah yang kelak menanamkan empati luar biasa di dalam dadanya terhadap penderitaan kaum mustadhafin (orang-orang lemah). Masa mudanya dihabiskan dengan merantau ke tanah Jawa, di mana dahaga ilmunya menuntun beliau nyantri kepada Al-Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bil Faqih di Pesantren Darul Hadits, Malang. Beliau kemudian menyempurnakan keilmuannya dengan bermukim dan berguru kepada para ulama besar di Tanah Suci Makkah pada usia 27 tahun. Sepulang ke Madura, Kiai Alawy mengemban amanah besar meneruskan estafet kepemimpinan Pondok Pesantren At-Taroqqi, Sampang, menggantikan sang adik, K.H. Ma'mun. Di bawah asuhan tangan dinginnya, wilayah Karongan yang dulunya sarat akan kemaksiatan seperti sabung ayam dan perjudian, perlahan berhasil disulap menjadi mercusuar ilmu. Beliau mendidik r...

𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐑𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 𝐊𝐔𝐑𝐁𝐀𝐍 𝐊𝐄 𝐊𝐘𝐀𝐈 𝐀𝐏𝐀𝐊𝐀𝐇 𝐏𝐄𝐑𝐋𝐔 𝐍𝐈𝐀𝐓 𝐋𝐀𝐆𝐈

Gambar
𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐑𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 𝐊𝐔𝐑𝐁𝐀𝐍 𝐊𝐄 𝐊𝐘𝐀𝐈 𝐀𝐏𝐀𝐊𝐀𝐇 𝐏𝐄𝐑𝐋𝐔 𝐍𝐈𝐀𝐓 𝐋𝐀𝐆𝐈 ------------------------------------------------------------------- 🔰 Pertanyaan : Mayoritas di masyarakat itu ketika hendak berkurban hewan kurbannya biasanya langsung di serahkan (di wakilkan) ke salah satu kyai. apakah perlu niat lagi ketika menyerahkan hewan kurban tersebut.? Jawaban : Jika penyembelihan hewan tersebut diwakilkan kepada orang lain (seperti diwakilkan ke kyai) dan orang yang berkurban di dalam hatinya sudah ada maksud dan tujuan untuk berkurban maka niatnya sudah sah, dan tak perlu niat lagi bagi orang yang berkurban atau orang yang menerima wakil penyembelihan kurban tersebut. Bahkan seandainya penyembelih hewan kurban tidak tahu sekalipun, kurbannya tetap sah. اعانة الطالبين (ج 2 / ص 376) يُشْتَرَطُ فِيْهَا اَلنِّيَّةُ عِنْدَ الذَّبْحِ أَوْ قَبْلَهُ عِنْدَ التَّعْيِيْنِ لِمَا يُضَحِّيْ بِهِ وَمَعْلُوْمٌ أَنَّهَا بِالْقَلْبِ وَتُسَنُّ بِاللِّسَانِ فَيَقُوْلُ نَ...

Obat Mata

Gambar
OBAT SAKIT MATA & MINUS Diriwayatkan dari Syekh Fariduddin, sosok wali yang masyhur di negeri India - semoga Allah menyucikan rahasianya (ruhnya)-: Barangsiapa yang membaca firman Allah Ta'ala pada kedua kuku jempolnya: فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ Dibaca sebanyak tujuh kali dengan menyertakan bacaan shalawat kepada Nabi ﷺ pada setiap ayatnya, kemudian ia mencium kedua jempolnya dan mengusapkannya ke kedua matanya. Maka hal itu akan bermanfaat untuk (menambah) cahaya penglihatan dan menghilangkan penyakit mata, insya Allah Ta'ala.   Sumber: Kitab Khazinatul Asrar hal 68. يُرْوَى عَنِ الشَّيْخِ فَرِيدِ الدِّينِ الوَلِيِّ الشَّهِيرِ فِي بِلَادِ الهِنْدِ -قَدَّسَ اللهُ سِرَّهُ- أَنَّ مَنْ قَرَأَ عَلَى ظُفُرَيْ إِبْهَامَيْهِ قَوْلَهُ تَعَالَى: {فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ} [سورة ق: 22] سَبْعَ مَرَّاتٍ، وَهُوَ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ ﷺ فِي كُلِّ مَرَّةٍ، ثُمَّ يُقَبِّلُ إِبْهَامَيْهِ وَيَمْسَحُ بِهِمَا عَلَى عَيْنَيْهِ؛ يَنْفَعُهُ لِنُورِ  البَصَرِ وَزَوَالِ الضَّرَرِ عَنِ ا...

KEHARAMAN IKUT MERAYAKAN/MEMBERI UCAPAN SELAMAT NATAL

Gambar
DIISUKAN HUKUM NATALAN BAGI MUSLIM ADA KHILAF, INI JAWABAN KH. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR Setelah beberapa hari sebelumnya Syaikh Muhammad Najih membahas secara detail tentang hukum natalan bagi umat Islam yang ramai dijadikan sebagai polemik dan wacana yang disuarakan secara lantang oleh kalangan pluralis-liberal, pada hari Rabu kemarin (8 Rabiul Akhir 1439 H/27 Desember 2017 H) Abah Najih kembali mengupas kembali permasalahan tersebut di akun Youtube Ribath Darusshohihain. Dalam video berdurasi sekitar 30 menit tersebut, Abah Najih membahas tentang isu bahwa permasalahan hukum merayakan natal bagi umat Islam terdapat khilaf antar ulama. Berikut kutipan dhawuh beliau dalam video tersebut: “Hari-hari sekarang ini di medsos yang saya ketahui masih terjadi perdebatan ramai tentang natalan dan mengucapkan natalan atau selamat natal. Ini adalah fitnah besar kalau tidak segera diselesaikan, karena Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama berkata: مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدَى كَانُوْا ع...

Karomah Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki

Gambar
Ada satu karomah beliau yang dirasakan betul dengan nyata oleh salah seorang muridnya yang saat ini berdomisili di Malang, kejadian yang membuatnya terus terngiang. Sekitar tahun 1998 si murid yang sudah berkeluarga ini datang kepada beliau untuk meminta nama anak pertama yang masih berada dikandungan istrinya. ”Kamu ingin meminta nama?”,tanya Abuya.”Benar wahai Abuya”,jawab si murid. Kemudian Abuya mengatakan,”Mana tangan kamu, kemari!”. Si murid memberikan tangannya kepada beliau lalu beliau memegang telunjuk si murid sambil berkata,”Pertama laki-laki Muhammad Anas”. Kemudian memegang jari tengah si murid,”Kedua Muhammad Alawi”. Lalu memegang jari manisnya,”Ketiga Abdullah”, kata Abuya. Ketika memegang jari kelingking si murid beliau terdiam sejenak lalu berkata,”Insya Allah perempuan”. Subhanallah, apa yang dikatakan oleh beliau semua terjadi tepat sesuai dengan yang beliau katakan. Anak pertama lahir laki-laki, diberi nama Muhammad Anas, kedua juga laki-laki, ketiga juga laki-laki ...

Abuya As-Sayyid Abbas bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani

Gambar
Abuya As-Sayyid Abbas bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani (1948–2015) adalah seorang ulama dan muhaddits asal Makkah. Beliau juga dikenal sebagai *Amir Qasidah* di Makkah karena memiliki suara yang merdu dan indah, sehingga mampu memukau para pendengarnya. Selain itu, beliau juga mahir dalam bersyair, sehingga dijuluki *Bulbul Makkah*. Beliau lahir di Makkah pada tahun 1948 Masehi. Abuya As-Sayyid Abbas merupakan putra dari As-Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani serta adik dari Abuya As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani. Abuya As-Sayyid Abbas Alawi Al-Maliki Al-Hasani wafat pada hari Selasa, 25 Jumadil Tsani 1436 Hijriah (2015 Masehi) di Makkah. Beliau dimakamkan di pemakaman Al-Ma‘la, Makkah, berdekatan dengan makam Sayyidatina Khadijah al-Kubra RA.

Amalan Pelaris Dagangan

Gambar
Supaya Dagangan Laris_Berkah Sahabat Urwah Al-Bariqi Diceritakan oleh KH. Muhammad Thoifur Mawardi seorang kyai kharismatk asal Purworejo Jawa Tengah, begini: Sahabat Urwah Al-Bariqi itu kalau jualan apa saja laris, sampai-sampai umpamanya jualan debu saja bisa laris. Ada orang jualan tidak laku, jualan mebel kata teman saya bernama Zainal Abidin (Pak Inal): “Mebel-mebel yang tidak laku ditulisi nama Urwah Al-Bariqi, jadi laris”. Ada orang yang datang ke saya punya hutang tidak banyak cuma 30 milyar, jualan besi. Jadi besi-besi yang besar-besar itu ditulisi Urwah Al-Bariqi, langsung laris. Dan hutangnya lunas. Jadi kalau kalian jualan tidak laris, barang-barang yang ingin dijual ditulisi Urwah Al-Bariqi, Insya Allah laris. Itu berkahnya orang meninggal yang didoakan kanjeng Nabi: بارك الله لك في صفقة يمينك Ya Allah, berkahilah dalam setiap transaksi jual belinya. Ini hanya baru ditulisi nama beliaunya saja di barang dagangan, dagangannya jadi laris. Ini berkahnya orang Sholeh yang suda...